Pengertian, Konsep, Komponen, Implementasi, Strategi dan Karakteristik Siswa Kurikulum Merdeka

Karakteristik siswa kurikulum merdeka erat kaitannya dengan proses pendidikan yang akan berlangsung kedepannya. Sehingga agar kamu bisa mencapai target kurikulum merdeka, kamu harus memahami beberapa hal penting terkait pokok pokok kurikulum merdeka 2023/2024.

Mengingat pengembangan kurikulum merdeka sekarang disesuaikan dengan generasi yang ada. Layanan pembelajaran untuk peserta didik haruslah dikaji dan dilakukan dengan strategi yang tepat. Sehingga nantinya proses pendidikan bisa menghasilkan siswa yang sesuai dengan Pancasila.

Nah sebelum itu mari kita pahami beberapa poin terkait kurikulum merdeka belajar sebelum mengimplementasikannya.

1. Pengertian Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka belajar ialah kurikulum yang mempunyai pembelajaran intrakurikuler yang bermacam-macam. Dimana materinya akan lebih detail dengan tujuan agar peserta didik bisa mempunyai waktu yang cukup dalam melakukan pendalaman konsep dan menguatkan kompetensi yang diberikan

Tentunya tidak mudah yaa dalam melakukan perubahan kurikulum di Indonesia. Lahirnya kurikulum merdeka belajar sesungguhnya merupakan pengembangan kompetensi dari abad 21, Revolusi Industri 4.0 maupun Digital Sosiety 5.0.

Oleh karena itu penerapan Kurikulum Merdeka Belajar haruslah mendapatkan dukungan dari semua komponen satuan pendidikan, tentunya dukungan yang positif yaa. Nantinya akan ada beberapa hal yang membedakan Kurikulum Merdeka Belajar dengan kurikulum sebelumnya. Diantaranya adanya peningkatan karakter, lebih berfokus pada materi bahasan yang penting, lebih memberikan guru keleluasaan dalam mengajar. Selain itu juga lebih memanfaatkan aplikasi dan berbagai tahapan penyesuaian lainnya.

Nah untuk pelaksanaannya memang bertahap di satuan pendidikan. Semuanya tergantung pada kesiapan pendidik dan tenaga kependidikan juga, karena ini akan mempengaruhi desain pembelajaran. Dan harapannya nanti potensi siswa bisa merata yaitu sesuai dengan karakteristik dan mendapatkan pengembangan karakter yang optimal.

2. Mengenal Karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar

Adanya Kurikulum Merdeka Belajar sejatinya adalah kerja nyata dari Kementerian Pendidikan untuk memulihkan pendidikan pasca Covid 19  dan menjawab tantangan generasi digital. Nah berikut ini penjelasan terkait karakteristik kurikulum merdeka belajar yang beda dari kurikulum-kurikulum yang dipakai sebelumnya :

·       Pengembangan pembelajaran yang berbasis proyek

Adanya pengembangan pembelajaran berbasis proyek akan membantu mengembangkan soft skill. Guru bisa memilih pembelajaran seperti Project Based Learning atau PjBL dan Problem Based Learning atau PBL.

Intinya pembelajaran tidak hanya melihat hasil akhir tetapi juga memperhatikan prosesnya. Tujuannya agar siswa lebih bisa mengembangkan potensinya daripada memperhatikan nilai. Dengan adanya pembelajaran berbasis proyek, maka siswa akan lebih bisa beripikir secara kritis, solutif, kreatif dalam menyelesaikan tugas. Hal ini tentu berbeda dengan kurikulum dulu, dimana siswa hanya perlu mengerjakan soal untuk mengukur kemampuannya.

·       Proses Penguatan Karakter Lewat Profil Pelajar Pancasila

Yang membedakan lagi dari kurikulum sebelumnya terletak di pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Dimana itu masuk dalam pembelajaran kokulikuler.

Adanya Profil Pelajar Pancasila harapannya karakteristik siswa kurikulum merdeka berkembang berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Mengingat adanya krisis akhlak yang terjadi pada generasi sekarang. Dan pemerintah pun tidak main-main untuk menggoalkan tujuan ini. Terlihat dari 30% waktu dari total Jam Pelajaran atau JP regular/tahun isinya penguatan karakter pelajar Pancasila.

·       Adanya Peminatan dan Berfokus Pada Materi Essensial

Jika kita melihat kondisi sebelum-sebelumnya ada banyak pelajar yang kesulitan untuk menerapkan konsep dasar matematika di kehidupan mereka. Mereka juga kesulitan untuk memahami inti dari sebuah teks. Oleh karena itu di Kurikulum Merdeka Belajar sekarang, siswa hanya perlu belajar materi essensial dan yang sesuai dengan minat bakatnya. Jika mereka tidak suka terhadap mata pelajaran tertentu maka kompetensinya tidak perlu dibebankan.

Materi esensial meliputi materi literasi yaitu pemahaman terhadap bacaan dan numerasi pemahaman terhadap informasi yang berbentuk angka. Hal ini tentu akan memberikan kemudahan bagi guru untuk menyiapkan perangkat pembelajaran yang lebih menarik.

·       Lebih Fleksibel dalam Melakukan Pembelajaran Terdiferensi

Ingat di Kurikulum Merdeka Belajar nilai tidak harus memuaskan. Tetapi siswa wajib paham bagaimana prosesnya dan paham akan belajar yang sesuai minat. Sehingga guru pun harus lebih menghargai hasil pencapaian nilai siswa berapapun itu.

Oleh karena itu untuk hasil yang lebih maksimal guru harus membuat perangkat pembelajaran yang menarik, kreatif, kolaboratif, dan informatif. Serta guru juga bisa memberikan pembelajaran terdiferensiasi untuk mengklasifikasikan siswa di kelas. Dengan begitu harapannya hasil dan proses pembelajaran bisa berkesesuaian.

·       Punya Perangkat Ajar yang Banyak

Untuk memaksimalkan proses pembelajaran guru juga harus menyiapkan lebih dari satu perangkat ajar. Kebutuhan ini juga mendapatkan support dari Kemendikbudristek, dimana mereka sudah menyediakan platform berbagi perangkat ajar sehingga sesame guru bisa saling sharing perangkat ajar. Ini merupakan wujud dari program digitalisasi yang sudah masuk ke segala lini kehidupan.

3. Konsep dari Kurikulum Merdeka

Konsep merdeka belajar ialah sebuah terobosan kebijakan oleh Kementerian Pendidikan. Dimana tujuannya untuk mengembalikan hak otoritas pengelolaan pendidikan kepada satuan pendidikan termasuk pemerintah daerahnya.

Adanya otoritas ini mengartikan bahwa pihak sekolah dan pemerintah lebih fleksibel dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi program pendidikan. Tetapi tetap mengacu pada prinsip kebijakan merdeka belajar yang ada di pusat, karena tujuan pendidikan nasional tetaplah sama.

Nah berikut ini adalah beberapa tujuan merdeka belajar yang harus kita pahami sebelum melakukan pengelolaan pendidikan :

  • Tujuan utamanya adalah terciptanya budaya pendidikan yang tidak birokratis, lebih otonom dan juga bisa tercipta sistem pembelajaran yang lebih inovatif dengan mempertimbangkan minat dan kebutuhan dunia modern.
  • Selain itu juga terciptanya peserta didik yang mempunyai jiwa merdeka. Artinya mereka tidak dikekang oleh ketentuan ataupun peraturan pembelajaran. Sehingga harapannya mereka bisa menemukan potensi ataupun kemampuan diri lebih cepat.
  • Dan tak lupa untuk mencapai tujuan nasional pendidikan diantaranya kualitas sumber daya manusia yang meningkat. Punya keunggulan dan daya saing dengan negara lain tetapi tetap mempunyai akhlak mulia. Serta bisa menalarkan literasi dan numerasi dengan lebih baik.

4. Komponen Merdeka Belajar Menurut Kemendikbud 2019

Berdasarkan Kemendikbud 2019, berikut ini empat komponen yang masuk dalam kebijakan Kementerian pendidikan dan kebudayaan yang ada kaitannya dengan Merdeka Belajar :

  • Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau USBN terganti oleh Asesmen yang lebih komprehensif.
  • UN atau Ujian Nasional atau berubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum. Selain itu juga ada tambahan survei karakter yang sesuai dengan aspek literasi. Diantaranya kemampuan bernalar dan penggunaan Bahasa, kemudian numerasi yaitu kemampuan nalar memakai angka-angka. Dan dilakukan saat siswa di tengah jenjang sekolah yaitu kelas 4, 8, maupun 11.
  • Adanya penyederhanaan RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru. Dimana RPP cukup satu lembar saja sehingga harapannya guru lebih berfokus pada penyiapan pembelajaran dan evaluasinya.
  • PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru zonasi akan mengalami perluasan dan jalur afirmasi serta prestasi lebih punya banyak kesempatan.

5. Beberapa Karakteristik Siswa di Merdeka Belajar

Dalam mempersiapkan perangkat ajar, seperti yang kita ketahui sekolah dan pemerintah mempunyai hak otonom terkait apa saja yang akan diberikan pada siswanya. Namun ingat yaa harus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Nah berikut ini ada 8 profil pelajar Pancasila yang harus ditanamkan pada siswa selama proses pengajaran :

·       Beriman

Pelajar Pancasila haruslah mempunyai iman, pelajar yang beriman itu artinya ia tidak akan mudah untuk berputus asa ketika menghadapi sebuah masalah di luar zona nyamannya. Karena mereka ingat kalau mereka masih punya Allah SWT yang siap membantu dalam mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi.

Bagi pelajar tidak mempunyai iman tentu ketika mereka ada di titik terendah dalam kehidupannya ia akan mudah menyerah bahkan dengan mudah mengakhiri hidupnya. Oleh karena itu pendidik mempunyai peran penting untuk menanamkan iman di hati para pelajar disamping peran orangtua di rumah.

·       Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sama halnya dengan beriman, pelajar Pancasila juga harus bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Artinya percaya bahwa ketentuan Allah adalah yang terbaik bagi mereka, sehingga siswa haruslah terus berusaha dalam hal akademik dan non akademik. Dan apapun hasil atau nilainya nanti tidak menjadi masalah, siswa hanya perlu menyerahkannya kepada Allah SWT.

·       Mempunyai akhlak yang mulia

Sejatinya beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia saling keterkaitan, artinya pelajar yang mempunyai akhlak dengan memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Nah ada lima elemen kunci dari beriman, bertaqwa dan berakhlak yang harus kamu pahami yaitu akhlak beragama, pribadi, kepada manusia lain, kepada alam dan akhlak dalam beragama.

·       Berkebinekaan global

Pelajar Pancasila haruslah bisa mempertahankan budaya yang luhur, melokal dan menjadikannya sebagai identitas. Selain itu juga mempunyai pikiran yang terbuka ketika berinteraksi dengan budaya-budaya lain. Sehingga nantinya akan tumbuh rasa saling menghargai dan terbentuk budaya luhur yang lebih positif dan tidak melawan budaya bangsa.

Elemen kunci kebinekaan global diantaranya pengenalan dan penghargaan terhadap budaya, mampu untuk berkomunikasi secara interkultural, mampu merefleksikan diri dan bertanggungjawab dalam pengalaman kebinekaan.

·       Gotong royong

Pelajar Pancasila harus mampu menerapkan konsep gotong royong secara baik. Artinya mampun untuk menjalankan kegiatan bersama atas dasar suka rela. Sehingga kegiatan tersebut bisa berlangsung lebih lancar, ringan dan lebih mudah tentunya.

Diantaranya elemen gotong royong meliputi kepedulian, berbagi dan juga kolaborasi.

·       Mandiri

Pelajar Pancasila juga harus menjadi pelajar yang mandiri, dimana mereka bisa bertanggungjawab terkait proses maupun hasil belajar mereka.

Diantara elemen kunci yang harus kamu pahami adalah lebiih sadar diri terhadap situasi yang terjadi dan regulasi diri mereka.

·       Bernalar kritis

Pelajar Pancasila juga harus mampun bernalar kritis artinya secara objektif mereka mampun memproses informasi entah itu kualitatif maupun kuantitatif. Kemudian juga mampun membangun keterkaitan diantara banyak informasi, melakukan analisis, evaluasi dan mengambil kesimpulan akan hal tersebut.

Elemen kunci dari bernalar kritis meliputi bisa mendapatkan dan memproses gagasan maupun informasi. Kemudian menganalis dan melakukan evaluasi penalaran, melakukan refleksi pemikiran dan proses berpikir itu sendiri. Serta mampu mengambil keputusan dengan baik.

·       Kreatif

Pelajar Pancasila yang kreatif bisa melakukan modifikasi dan mampu menghasilkan hal-hal yang orisinil, bermanfaat, bermakna, dan berdampak. Nah elemen kunci yang menyangkut ini meliputi mampu menghasilkan gagasan orisinil, karya yang orisinil dan mampu mengambil tindakan yang orisinil pula.

Sebenarnya profil pelajar Pancasila ini masih terus dalam sosialisasi diseminasi, sehingga semua pihak yang terlibat wajib untuk mendukung agar lebih strategis dan kolaboratif. Baik itu ditingkat pusat, daerah, komunitas, sekolah dan sektor manapun. Sehingga nantinya Indonesia bisa mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan bisa memajukan negara.

Baca juga : 6 Karakteristik Siswa Kurikulum Merdeka

6. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Implementasi kurikulum merdeka belajar juga harus mempertimbangkan karakteristik siswa kurikulum merdeka. Sehingga bisa jadi setiap daerah punya standar implementasi sendiri-sendiri. Tapi secara umum untuk implementasinya harus memperhatikan poin berikut ini :

  • Implementasi Kurikulum Merdeka akan mendorong penguatan karakter siswa lewat pembelajaran berbasis proyek.
  • Siswa juga mendapatkan dorongan untuk mempunyai karakter yang baik dan segala kegiatan atau proses pembelajaran haruslah bisa mendukung pembentukan karakter.
  • Proses pembelajaran berlangsung secara kolaboratif, bisa melibatkan sesama siswa, lintas siswa, kemudian lewat guru ataupun komponen lain yang terkait.
  • Kegiatan siswa meliputi intrakurikuler, kukurikuler dan ekstrakurikuler. Kolaborasi dari ketiganya harapannya bisa meningkatkan kualitas siswa atau pelajar Pancasila.

Intinya semua proses yang dilakukan di sekolah harapannya bisa meningkatkan capaian hasil belajar, bisa menguatkan karakter mereka, bisa bersinergi dengan semua pihak entah nasional maupun internasional.

7. Strategi Sukses Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar

Agar karakteristik siswa kurikulum merdeka belajar bisa tercapai, adapun berikut ini strategi yang bisa kamu terapkan untuk mensukseskan kurikulum ini :

  • Dengan merubah cara berpikir mereka baik itu visi, perilaku dan belief. Ini berlaku untuk semua stakeholder pendidikan terkait dalam menjalankan tugas dan fungsinya yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi siswa.
  • Kapasitas kepala sekolah maupun guru haruslah lebih kuat. Baik itu soal kepemimpinan, tata kelola sekolah, pengembangan kualitas kurikulum yang berlaku, pembelajaran hingga asesmennya.
  • Membudayakan organisasi sekolah yang demokratis. Artinya budaya birokrasi harus hilang termasuk kebiasaan kepala sekolah yang punya otoritas tunggal.

Itulah berbagai hal yang harus kamu pahami dalam Kurikulum Merdeka Belajar yaa dan karakteristik siswa Kurikulum Merdeka Belajar menjadi poin utama yang harus kita perhatikan. Karena karakter siswa yang berkualitas menjadi kunci lahirnya sumber daya manusia yang bersaing di dunia modern.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!