Crowdfunding dan Dire : Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan

Crowdfunding merupakan sebuah solusi bagi bisnis atau usaha yang kekurangan modal atau membutuhkan modal yang banyak. Bukan hanya untuk mendanai UMKM tetapi lebih lebar lagi dengan crowdfunding kamu juga bisa mendapatkan modal untuk usaha property.

Dengan metode Securities Crowdfunding ini tentu saja pengumpulan dana juga akan berlangsung lebih cepat karena melibatkan beberapa pemilik bisnis atau usaha untuk mengembangkannya. Nah biasanya pelaku crowdfunding akan mendapatkan kepemilikan Saham, surat Obligasi ataupun Sukuk sebagai perolehan investasi yang mereka lakukan.

Termasuk investasi di dunia asset Real Estate, dimana dana yang sudah terkumpul lewat crowdfunding bisa kamu investasikan ke bisnis property. Dalam bisnis property sendiri kita juga akan mengenal istilah DIRE atau Dana Investasi Real Estate, wadah inilah nanti yang akan mengoperasikan dana yang sudah terkumpul

Agar bisa lebih paham yuk kita bahas apasih itu crowdfunding, apa saja jenisnya, kelebihan dan kekurangannya. Serta bagaimana menghubungkannya dengan DIRE.

Apa Itu Crowdfunding?

Crowdfunding sebenarnya bisa kita maknai dari kata crowd yang artinya adalah keramaian. Sedangkan funding adalah pendanaan. Jadi crowdfunding adalah sebuah upaya dalam mengumpulkan dana dari beberapa orang atau investor dan mempergunakan dana tersebut untuk kegiatan bisnis.

Untuk bisa menjalankannya sebenarnya mudah yaa, apalagi jaman sekarang sudah ada internet. Dan kamu pun bisa mencari situs yang bisa dipercaya untuk kamu titipkan dana investasi tersebut. Salah satunya adalah Bursareit.id. Nah nantinya dana yang sudah terkumpul akan tersalurkan pada sector investasi yang sudah dikehendaki.

Apa Saja Jenis Crowdfunding?

Crowdfunding sendiri juga terbagi lagi menjadi empat jenis berdasarkan sistem pendanaannya. Berikut ini beberapa macam urun dana yang mempunyai keuntungan besar.

  • Equity crowdfunding

Equity crowdfunding merupakan salah satu jenis pendanaan yang menawarkan saham kepada para investornya. Istilah lainnya adalah Crowd-investing atau ECF.

Biasanya pendanaan ini cocok untuk bisnis startup ataupun bisnis menengah ke atas dan lain sebagainya yang butuh modal besar. Cara kerjanya adalah pemilik bisnis menawarkan saham perusahaan sesuai dengan target dana pada waktu yang sudah ditentukan. Nah nanti investor akan membeli saham perusahaanmu di platform yang kamu pakai dan akan tercatat sampai dana memenuhi target.

Jika sudah memenuhi target lanjut ke tahap pengembalian investasi, dimana jumlahnya sesuai dengan porsi dana yang dikeluarkan oleh investor.

  • Donation Crowdfunding

Pengumpulan dana ini secara garis besar menggunakan sistem donasi, karena memang tujuannya untuk bantuan sosial. Ada cukup banyak platform yang bisa kamu manfaatkan untuk keperluan ini, dimana platform ini nanti akan menampung banyak dana dari pada donatur. Kamu hanya perlu menjelaskan tujuan penggalangan dana atau ide bisnismu, manfaatnya, dan rencana ke depan jika dana sudah terkumpul.

Namun sebelum itu kamu juga harus mempunyai produk yang bermanfaat untuk orang banyak. Misalnya produk yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, dimana akan ada banyak donatur yang tergerak hatinya untuk mendonasikan uang mereka untuk bisnismu.

  • Reward Crowdfunding

Sama halnya dengan Equity Crowdfunding, Reward Crowdfunding juga usaha untuk mengumpulkan dana dari pada investor. Dan para investor akan mendapatka keuntungan berupa penawaran. Diantaranya ada potongan harga atau diskon, jadi member, mendapatkan layanan gratis uji coba. Kemudian mendapatkan produk yang belum rilis dan sebagainya.

Strategi pengumpulan dana reward cocok untuk mendanai pebisnis kecil ataupun start up baru. Hadiah atau penawaran yang diberikan secara otomatis akan menarik investor ataupun pemberi dana. Dan bisa menjadi lahan untuk branding bisnis tersebut.

Selain itu biasanya juga ada strategi level reward, yang mana hal ini membuat investor semangat untuk memberikan dana yang lebih besar lagi.

  • Debt Crowdfunding

Sesuai dengan namanya pendanaan ini mirip dengan peminjaman uang. Cara kerjanya yaitu pencari pinjaman akan mendatangi peminjam untuk meminjam uang. Uang tersebut akan mereka gunakan untuk keperluan usaha atau bisnis.

Jika sudah mendapatkan keuntungan maka pemilik dana akan mendapatkan insentif atau bunga. Tapi memang sistemnya mirip dengan peer to peer lending, nah bedanya kalau crowdfunding bentuknya donasi sehingga ada 3 pihak yang terlibat. Diantaranya pemilik bisnis, penyedia danam, dan platform penyedia crowdfunding. Serta penggalangan dananya pun sifatnya sosial. Artinya jika bisnis kamu sudah mendapatkan keuntungan lebih dari dana yang kamu pinjam maka kamu wajib segera mengembalikan beserta bunga yang dibebankan.

Bagaimana Cara Ikut Crowdfunding?

Agar bisa bergabung dengan platform crowdfunding kamu butuh mengikuti alur kerja sebagai berikut:

  • Menyusun Proposal Usaha

Seperti biasa agar mendapatkan dana usaha tentu kamu harus membuat proposal usaha atau bisnis yang menarik. Dimana isinya harus menarik, interaktif, informatif dan lengkap. Diantaranya jenis usaha, bagaimana proses manajemennya, pemasarannya, dan tujuan dari perintisan bisnis yang kamu lakukan. Untuk proposal ini kamu bisa membuatnya dalam bentuk gambar, teks, video atau company profile.

  • Daftar Platform Crowdfunding

Jika proposal sudah jadi maka lanjutkan dengan mencari platform yang sesuai dengan kebutuhanmu. Carilah platform yang terpercaya, punya regulasi resmi, dan disarankan oleh OJK.

  • Rajin Cek Proposal

Setelah pengajuan proposal kamu juga harus rajin memantau perkembangan proposal usaha yang kamu daftarkan. Hal ini untuk mengantisipasi pertanyaan dari investor, sehingga kamu bisa menjawab apapun pertanyaan yang mereka ajukan. Semakin kamu responsif tentu akan semakin mudah kamu mengumpulkan dana untuk usahamu.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Crowdfunding?

Sebelum kamu terjun ke platform ini sebaiknya memang kamu harus memastikan securities crowdfunding baik sebagai pemilik dana maupun sebagai pencari dana. Adapun berikut ini beberapa kelebihan dari crowdfunding:

  • Bisnis kamu akan lebih mudah di kenal sehingga sudah tidak di ragukan lagi keuntungan yang akan kamu dapatkan dari modal yang kamu keluarkan.
  • Lebih potensial memikat berbagai investor apalagi jika kamu bisa membuat branding yang menarik tentang bisnismu.
  • Proses pengajuan kampanye crowdfunding lebih mudah.
  • Sistem crowdfunding bisa kamu tentukan sesuai dengan manfaat yang ingin kamu sampaikan.
  • Jika bisnismu bergerak di bidang property juga akan sangat memudahkan untuk mendapatkan dana dan menggunakan dana tersebut untuk investasi di DIRE.
  • Kompetisi bisnis lebih sedikit.
  • Dapat kamu gunakan untuk membangun basis konsumen.

Disamping kelebihan dari platform ini ada juga resiko atau kekurangan dari sistem pendanaan ini yang harus kamu pahami diantaranya :

  • Target dana kamu bisa tidak tercapat jika investor tidak tertarik dengan bisnis yang kamu rintis.
  • Ide bisnis mudah untuk ditiru orang lain.
  • Adanya crowdfunding yang belum punya keamanan platform sehingga rawan datamu hilang.

Apa Itu Dire?

DIRE atau kepanjangan dari Dana Investasi Real Estate merupakan sebuah wadah yang bisa kamu gunakan untuk menghimpun dana dari berbagai orang atau masyarakat pemodal dan selanjutnya dana tersebut akan diinvestasikan ke asset Real Estate ataupun Kas.

Atau bisa juga diartikan sebagai Kontrak Investasi Kolektif yang bisa kamu gunakan untuk mengumpulkan dana dari pemodal yang nantinya akan diinvestasikan pada asset real estate ataupun property.

Ini merupakan jenis Reksa dana yang mana bisa kamu gunakan untuk membeli tanah, gedung perkantoran, bangunan, apartemen, rumah sakit dan sebagainya. Nah nanti asset tersebut akan disewakan, pendapatannya akan dibagian kepada pemodal. Selain itu mereka juga akan mendapatkan passive income dari kenaikan harga real estate yang mereka punya.

Nah jika kamu akan memilih DIRE tentunya ada beberapa hal yang harus kamu pahami. Terutama keberlangsungan investasi jangka panjang yang kamu lakukan. Baik itu mengenai management fee mereka dan apakah wadah tersebut sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dan salah satu lahan untuk mendapatkan modal adalah dengan memanfaatkan crowdfunding yang sudah ada di Indonesia.

Bagaimana Cara Investasi Pakai Dire?

Jika kamu tertarik dengan model investasi real estate ini maka berikut ini beberapa langkah yang harus kamu lakukan :

  • Membuka Rekening Khusus Investasi

Agar bisa berinvestasi di real estate pertama kamu harus bergabung dengan perusahaan sekuritas yang tergabung dengan DIRE.

  • Melakukan Pembelian

Nah nanti jika sudah terdaftar kamu bisa membeli produk yang dijual di DIRE. Nah nanti pemodal bisa membeli property atau sebagian asset, kamu bisa sesuaikan dengan program yang kamu pilih nantinya.

  • Pembagian Hasil

Apabila asset disewakan maka kamu akan mendapatkan pembagian hasil sewa. Ataupun jika asset terjual maka kenaikan harga property juga menjadi keuntungan kalian.

Apa Keuntungan dan Resiko Menggunakan Dire?

Dengan kamu berani berinvestasi secara otomatis kamu siap menerima keuntungan maupun resikonya. Oleh karena itu hal ini perlu kamu pertimbangkan dengan baik sebelum melakukannya. Nah berikut ini keuntungan yang akan kamu dapatkan apabila berinvestasi di DIRE.

Untuk Investor

  • Para investor tidak harus punya dan melakukan pengelolaan secara langsung real estate ini.
  • DIRE bisa melakukan diversifikasi investasi, artinya resiko bagi investor bisa berkurang sehingga tidak terlalu merugikan.

Untuk Pengembang

  • Bisa mendapatkan keuntungan secara cepat, khususnya bagi real estate yang balik modalnya butuh waktu lama. Karena mereka menjual asset tersebut ke investor yang ada di DIRE.

Namun disamping itu kamu juga harus siap dengan resiko yang akan terjadi. Berikut ini resiko yang akan kamu dapatkan ketika berinvestasi di DIRE:”

  • Adanya penurunan nilai property sehingga mengalami kerugian.
  • Ada kemungkinan penyewa property telat bayar sehingga tidak ada pendapatan.
  • Kemudian ada juga resiko likuiditas dimana property sulit terjual sehingga modal lama untuk kembali.

Agar lebih paham kamu tentunya harus paham bagaimana ketentuan dan aturan yang berada di DIRE agar resiko kerugian menjadi lebih kecil. Apalagi jika kamu mendapatkan pendanaan dari crowdfunding. Dimana dana tersebut juga harus dikembalikan lagi ke investor beserta bunganya. Maka dari itu kamu sebagai pemilik dana harus punya perencanaan keuangan yanga matang sehingga kebutuhan tetap tercukupi dan kamu punya tabungan atau penghasilan tambahan. Dan pastikan kamu bergabung di DIRE yang terpercaya dan punya banyak pilihan asset yang menjanjikan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!