Cara Penggunaan Humus Aglonema

Hai pecinta tanaman hias aglonema, bagaimana kondisi tanaman hias aglonema kalian di rumah? Apakah bisa tumbuh subur atau mengalami busuk akar dan aglonema lonyot? Tentu banyak dari kita yang mengharapkan kalau aglonema yang kita rawat bisa tumbuh subur dan cepat memunculkan tunas baru. Nah hal tersebut salah satunya bergantung pada penggunaan media tanam, dimana aglonema atau tanaman hias secara umum menyukai media yang poros.  Dan salah satu penentu adalah penggunaan humus aglonema.

Penggunaan humus aglonema jenis kaliandra menurut para pakar tanaman hias sangat membantu pertumbuhan akar dan pertumbuhan aglonema secara umum. Humus sendiri merupakan media tanam yang sangat subur, terdiri dari lapukan daun dan batang pohon. Media ini sudah terurai oleh mikroorganisme tanah sehingga bisa kita langsung gunakan untuk aglonema kita.

Sebelum kamu belajar cara penggunaan humus aglonema, tentu kamu harus memahami kandungan unsur makro dan mikro apa saja yang ada pada metan humus. Secara umum sih ada Nitrogen, Phospor, Kalium dengan konsistensi yang cukup tinggi.

Apa Saja Manfaat Humus di Aglonema?

Adapun beberapa manfaat yang akan kamu rasakan apabila menggunakan media tanam humus kaliandra pada aglonema, diantaranya:

  • Sebagai pengikat unsur hara baik makro maupun mikro
  • Sebagai sumber energi untuk mikroorganisme yang hidup di dalam tanah
  • Bisa menjaga kandungan air yang ada di media tanam
  • Bisa melakukan pengikatan dan percepatan penghanduran berbagai senyawa toksik

Bentuk humus pada dasarnya berupa butiran mikro dari hasil fermentasi baik itu ranting pohon, daun dan sebagainya. Dimana proses fermentasi terjadi secara alami dan bisa memakan waktu hingga puluhan tahun loh.

Penggunaan humus aglonema jenis kaliandra biasanya dimix menggunakan cacahan pakis maupun pinus dengan menggunakan perbandingan 2:1.

Bagaimana Cara Penggunaan Humus Aglonema yang Benar?

penggunaan humus aglonema
Cara Penggunaan Humus Aglonema

Ingat yaa dalam membuat media tanam aglonema kalian bisa mencampur satu bahan dengan bahan lainnya. Inti akhirnya adalah metan tersebut harus tetap poros, jika kamu menggunakan full humus maka penggunaan air harus terkontrol. Karena media tanam full humus akan banyak menyimpan air, sehingga akan terlalu lembab bagi aglonema. Oleh karena itu, agar kamu bisa merasakan manfaat penggunaan humus aglonema secara maksimal, pahami cara berikut ini.

  • Humus yang kamu gunakan harus kering/ lembab dan tidak basah. Jika humus yang kamu gunakan itu basah (mengeluarkan air) maka kurang bagus untuk aglonema dan bisa membuat aglonema kita mati.
  • Penggunaan humus aglonema bisa menumbuhkan akar yang kuat.
  • Humus merupakan media tanam yang kaya akan unsur hara sehingga bisa kamu gunakan untuk berbagai jenis tanaman.
  • Apabila daun tua pada aglonema kalian menguning atau mati, itu artinya metan aglonema kalian terlalu asam. Kalau sudah begini alangkah baiknya apabila kamu menghindari pupuk kimia untuk sementara waktu.
  • Humus yang basah dan tidak terkena sinar matahar akan membuat busuk akar, karena unsur hara yang ada di humus tidak mempunyai perangsang yaitu matahari. Kalau kamu memang menaruhnya di tempat yang lembab maka alangkah baiknya seminggu sekali siram.
  • Untuk aglonema penyiraman maksimal seminggu sekali, jika memang daerahmu mempunyai cuaca yang panas kamu bisa menggantinya dengan seminggu 2 kali yaa.
  • Bagi aglonema yang menggunakan media humus mix jika kurang mendapatkan sinar matahari batangnya akan letoy dan layu.
  • Buatlah kombinasi metan untuk aglonema kalian. Dimana untuk metan aglonema kombinasikan 5 sekam fermentasi, 1 sekam bakar, ½ humus, ½ kokopit, ½ pupuk organik, ½ pearlite, ½ pumis, ½ pasir malang, dan seterusnya. Untuk humur bisa kalian mix antara andam, kaliandra, kulit pinus dan juga pakis yaa.
  • Humus cocok bagi tanaman aglonema, alocasia, begonia dan lain sebagainya. Dimana humus yang zat haranya tinggi bisa menutrisi tanaman dengan lebih maksimal. Kamu akan merasakan perbedaannya pada pertumbuhan daun dan batang aglonema yang menjadi lebih tegak, akar yang kuat, dan daun yang trahnya bagus.
  • Humus sebaiknya kamu panan ketika musim panas yaa, pada kondisi humus yang kering. Karena jika kamu memanennya ketika musim hujan humus akan terlalu basah sehingga tidak cocok untuk aglonema. Pastikan tanaman aglonema yang menggunakan humus juga mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Pastikan juga humus yang kamu gunakan terbebas dari kutu putih yaa. Kutu putih akan hidup pada media tanam yang terlalu lembab. Dan jika kamu sudah menemukan kutu putih pada aglonema kalian maka sebaiknya bongkar saja dang anti metan aglonemanya.

Yuk perluas pengetahuan kita terkait media tanam yang cocok untuk berbagai tanaman, agar bukan hanya aglonema saja yang bisa tumbuh subur di rumah kita tetapi juga berbagai tanaman hias lainnya juga. Hal-hal terkait penggunaan humus aglonema yang benar di atas penting untuk kamu telaah yaa karena sejujurnya menggunakan 100% humus pada aglonema akan sangat tricky dan beresiko terhadap busuk akar, aglonema lonyot, dan penyakit lainnya yang menyerang aglonema.

Mari kita terus tingkatkan pengetahuan kita terkait media tanam aglonema, jangan sampai pengetahuan kita yang minim menghancurkan koleksi aglonema kita.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!