Cara 5 Gubernur Terbodoh Partai Republik Tanggapi Covid-19

Covid-19 merupakan sebuah fenomena yang berasal dari kota kecil Tiongkok dan menjadi bencana yang terjadi di seluruh dunia. Meskipun begitu respon dari masing-masing negara untuk mengatasi Covid-19 ternyata berbeda-beda. Di Amerika Serikat misalnya, ada belasan negara bagian yang tidak mengeluarkan perintah untuk warganya tinggal di rumah. Mereka juga tidak memerintahkan pengusaha untuk menutup bisnisnya.

Ke-15 negara ini adalah negara yang gubernurnya berasal dari Partai Republik. Bahkan tindakan yang diambil oleh gubernur-gubernurnya untuk mengatasi Covid-19 cenderung lambat. Padahal jika kita melihat kasus Covid-19 di banyak negara di dunia, pemerintahnya memberikan perintah untuk membatasi interaksi dengan orang lain. Itulah kenapa 5 gubernur terbodoh lahir dari Partai Republik, terlihat dari bagaimana mereka merespon fenomena Covid-19 di negaranya.

Daftar Gubernur Terbodoh yang Lambat Menangani Covid-19

Istilah gubernur terbodoh memang patut disematkan pada pemimpin nasional dari negara-negara berikut ini. Karena secara nyata mereka tidak menggunakan kapasitasnya untuk membatasi persebaran Covid-19 di negaranya. Alhasil tentu saja fenomena Covid-19 berhasil mengurangi sebagaian besar populasi mereka.

  • Gubernur Georgia, Brian Kemp

Di tanggal 31 Januari 2020, Direktur Institut Alergi dan Penyakit  Menular Nasional NIH, Dr Anthony Fauci, mengumumkan di gedung putih bahwa Covid-19 bisa menular dan bisa menjangkit orang tanpa gejala yang terlihat.

Di 26 Februari 2020, Satuan Tugas Trump, khawatir dengan terjadinya infeksi yang tidak ada kaitannya dengan kasus Covid-19 yang sudah dikonfirmasi. Bahkan hingga Maret 2020, hampir semua pejabat kesehatan masyarakat di dunia berulang kali memperingatkan bahwa penyebaran virus Covid-19 bisa dari orang-orang tanpa gejala tetapi ia positif Covid-19.

Namun berbeda dengan pemimpin negara bagian lain, gubernur Brian Kemp beralasan mengapa ia menunggu hingga April Mop untuk mengeluarkan perintah tinggal di rumah, karena ia tidak tahu bahwa Covid-19 bisa menyebar lewat orang tanpa gejala. Gubernur Kemp benar-benar menunjukkan kebodohannya di depan publik dengan membuat penyataan seperti itu.

  • Gubernur Florida, Ron DeSantis

Tahukah kamu, bahwa Florida ialah negara paling berisiko terhadap persebaran Covid-19. Mengingat di negara ini banyak warga lanjut usia yang sudah mempunyai penyakit bawaan. IHME memperkirakan Florida akan mengalami 175 kematian akibat Covid-19 per hari pada awal Mei 2020. Padahal ICU mereka hanya mempunyai setengah tempat tidur dari total yang dibutuhkan.

Selama berminggu-minggu infeksi virus ini bergulir, DeSantris menolak untuk mengeluarkan perintah tinggal di rumah untuk seluruh negara bagian. Menurutnya virus ini tidak sampai berdampak ke setiap sudut negara bagian.

Bahkan ia membiarkan anak muda Florida memadati liburan musim semi. Hingga pada akhirnya, di bulan April, ia menyerah dan mengeluarkan perintah untuk tinggal di rumah. Namun delapan jam setelah perintah tersebut keluar, DeSantis secara diam-diam menandatangani perintah kedua yang secara serius melemahkan pertahanan negara bagian tersebut.

Di dalam perintah tersebut dinyatakan bahwa perintah pertama akan menggantikan tindakan atau perintah resmi yang bertentangan dengan perintah yang dikeluarkan pejabat lokal dalam menangani Covid-19.

Perintah DeSantis mengartikan bahwa, kegiatan keagamaan akan ditiadakan di rumah ibadah dan berganti di rumah masing-masing. Namun aturan pelarangan tersebut tidak berlaku untuk kegiatan rekreasi. Bodoh bukan keputusan DeSantis ini?

  • Gubernur Alabama, Kay Ivey

Di bulan April 2020, sudah ada 35 warga Alabama yang meninggal karena Covid-19. Dan akan mengalami lonjakan tajam hanya dalam waktu dua minggu saja, menurut Institue for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington. Dimana akan mencapai 300 kematian per hari di tanggal 19 April.

Sumber daya rumah sakit di Alabama ada di kategori paling tidak siap di negara ini dalam menghadapi Covid-19. Dan hingga 3 April 2020, Ivey belum juga mengeluarkan perintah tinggal di rumah. Alasannya?

“Kalian semua, kami bukan Louisiana. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk memerintahkan orang-orang untuk berlindung di rumah.”

Benar kata Ivey, Alabama tidak sebanding dengan Louisiana. Alabama jauh lebih buruk kondisinya dibandingkan Louisiana. Fakta itu tentu saja menampar Ivey, hingga akhirnya ia mengeluarkan perintah tinggal di rumah dan berlaku efektif keesokan harinya.

  • Gubernur Mississippi, Tate Reeves

Tate Reeves adalah gubernur terbodoh berikutnya yang memilih melakukan perjalanan ke Paris bersama keluarganya di bulan Maret 2020. Padahal saat itu pandemi Covid sedang berada di puncaknya. Ia terpaksa harus kembali ke Amerika, sebelum Donald Trump memberlakukan larangan perjalanan ke Eropa.

Dua hari setelah ia kembali, ia mengumumkan Mississippi dalam keadaan darurat. Namun barulah 10 hari kemudian ia mengeluarkan perintah eksekutif  yang mana isinya memerintahkan warga Mississippi untuk tidak melakukan kontak sosial dan membatalkan pertemuan tidak penting yang melibatkan banyak orang. Tapi untuk para pelaku usaha, ia hanya merekomendasikan dan mendorong bukan memerintahkan mereka untuk ada di rumah.

Tentu saja keputusan Reeves membingungkan warganya hingga kekacauan dimulai dan Covid-19 menjadi semakin parah di Mississippi.

  • Gubernur Oklahoma, Kevin Stitt

Di bulan maret 2020, gubernur terbodoh, Kevin Stitt membagikan foto dirinya dan keluarganya sedang berada di restoran yang ramai. Kemudian keesokkan harinya, ia membuat pengumuman bahwasannya terjaadi keadaan darurat di seluruh negara bagian tersebut karena ancaman Covid-19.

Meskipun begitu belum ada perintah resmi dari Stitt untuk warganya tinggal di rumah dan membatasi kontak sosial. Bahkan kepala komunikasi Stitt memberikan pernyataan yang cukup jelas “Gubernur akan terus mengajak keluarganya makan malam di restoran yang ramai dan berbelanja tanpa takut dan mendorong warga Oklahoma untuk melakukan hal yang sama.” Oleh karena itu, wajar jika kematian akibat Covid-19 semakin meningkat di negara tersebut dan Stitt menjadi gubernur terbodoh yang membiarkan hal tersebut terjadi.

Penutup

Brian Kemp, Ron DeSantis, Kay Ivey, Tate Reeves dan Kevin Stitt adalah contoh nyata gubernur terbodoh dan lambat dalam mengambil langkah penanganan Covid-19. Mereka cenderung mementingkan kesenangan pribadi, pendapatan ekonomi dan kesenangan lain daripada mempertahankan nyawa warga masing-masing negara bagian.

Miris memang jika ada pemimpin nasional yang kurang tanggap dalam menangani bencana di seluruh negara bagian. Hal ini tentu saja akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kapabilitas pemimpin negara yang sudah terpilih dan mencoreng reputasi karier politik yang mereka punya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!