Banyak Upaya Mendiskualifikasi Dirinya Jadi Presiden, Ini Jawaban Tenang Anies Baswedan

Momen pemilihan Presiden 2024 sudah di depan mata, banyak diantara kita yang sudah membicarakan siapakah yang pantas dan siapa yang tidak pantas memimpin negeri ini. Dan isu-isu pro-kontra terhadap seorang calon akan terus bermunculan.

Dan sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi demokrasi tentu kita harus membuka telinga dan mata lebar-lebar agar tidak termakan isu palsu yang menyudutkan salah satu diantaranya. Sebagai salah satu Calon Presiden 2024, Anies Baswedan pun tak luput dari opini miring yang dibentuk orang yang tidak menyukainya.

Dari mulai program Formula E yang merusak cagar alam hingga isu radikal yang ditujukan pada Anies Baswedan. Ternyata isu-isu tersebut yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan yang sedang terjadi. Penggorengan opini seperti ini sudah sangatlah biasa di negeri kita dan dengan tenang Anies menjawabnya.

Anies Baswedan Beberkan Fakta Ini Agar Rakyat Tidak Salah Paham

Tidak masalah jika kita jengkel atau marah terhadap penyelenggara negara yang kerjanya tidak benar. Tapi alangkah lebih bijaknya sebelum marah atau memberikan komentar negatif terhadap seseorang kita telusuri dulu faktanya.

Berikut ini adalah jawaban-jawaban Anies Baswedan di #kickandy terhadap upaya diskualifikasi dirinya sebagai Calon Presiden 2024:

  • Formula E dan Hubungannya dengan Perusakan Cagar Alam

Formula E merupakan program yang diselenggarakan Anies Baswedan untuk mengkampanyekan kendaraan umum yang berbasis listrik. Dan dalam pelaksanaannya di awal memang akan diselenggarakan di salah satu ruas jalan di Monas. Oleh karena itu beberapa persiapan dilakukan termasuk pemasangan aspal agar tidak merusak batu-batu Monas.

Dan berdasarkan keterangan Anies jadwal uji coba aspal memang dilakukan hampir bersamaan dengan proses renovasi Monas. Dimana proses renovasi yang dilakukan adalah penebangan 190 pohon di sisi selatan sebagai upaya mengembalikan desain Monas sesuai buatan arsitek Silaban.

Yang perlu digarisbawahi adalah dua kegiatan yang berjalan bersamaan ini sejatinya adalah dua program yang mempunyai tujuan berbeda. Formula E bertujuan untuk mengkampanyekan kendaraan umum berbasis listrik, sedangkan renovasi monas sebagai upaya mewujudkan desain Monas sesuai Keppres No 25 tahun 1995.

Sehingga jauh dari anggapan bawah Anies merusak cagar alam yang berada di Monas, lebih dari itu Anies berusaha mengembalikan wujud Monas sesuai Keppres No 25 Tahun 1995. Dimana Monas terdiri dari tugu Monas, empat ruas jalan berbentuk diagonal, dan ruang kosong di sisi selatan tempat berbagai kegiatan dilaksanakan.

  • Tidak Ada Hubungan Antara Ekstensi Jabatan Pimpinan KPK dengan Anies

Perpanjangan jabatan pimpinan KPK juga tidak luput dihubungkan dengan Anies Baswedan. Dimana sebagian berpendapat bahwa upaya ini dilakukan untuk memenjarakan Anies sehingga tidak bisa ikut serta dalam proses kontestasi Calon Presiden.

Anies pun mengatakan bahwa ia tidak mau berspekulasi terhadap apa yang akan terjadi nanti. Karena tidak bisa dipungkiri, pada masa-masa ini riwayat politik Anies pasti dikuliti habis. Dan sudah pasti mereka yang tidak mendukungnya akan mencari celah dimana Anies bisa dijatuhkan.

  • Pernyataan Terbuka Anies Soal Menko yang Ingin Mengubah Konstitusi

Penyelenggara negara mempunyai kewajiban untuk menjalankan konstitusi secara tepat dan benar. Ketika ada Menko yang menyebarkan isu terkait perpanjangan masa jabatan Presiden atau mengubah periodisasi tentu akan ada implikasinya terhadap konstitusi. Dampaknya sudah pasti mengacaukan aturan kepemerintahan yang ada di negeri ini.

Isu perpanjangan masa jabatan Presiden memang tidak seharusnya muncul dari Menkopolhukam, karena dari pendapat Anies kita tau bahwa isu ini bisa mengacaukan konstitusi negeri. Dan lanjutnya ketika Pemilu tidak dilakukan tepat waktu, maka masyarakat akan ada dalam zona ketidakpastian yang bisa jadi boomerang masalah yang lebih besar.

  • Tuduhan Radikal Terhadap Anies Tidak Terbukti

Tuduhan bahwa Anies radikal sudah berkembang sejak masa Beliau akan menjadi Gubernur. Tapi sayangnya dugaan ini selama Anies menjabat sebagai pemimpin Jakarta tidak terbukti. Tidak ada kenyataan atau fakta yang merujuk bahwa Anies membawa Jakarta menjadi radikal. Faktanya Anies membangun Jakarta menjadi kota global yang tenang, teduh dan bisa menjadi rumah bagi siapapun.

So, jangan mudah termakan oleh isu yang berkembang, setiap masalah harus kita lihat dari segala sisi. Jangan sampai kita menghakimi seseorang dalam hal ini Anies Baswedan yang sudah bekerja benar untuk Indonesia. Harusnya malah kita mendukung program-programnya yang memang mengarah kepada kepentingan umum dan keadilan sosial.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!