4 Cara Bijak Agar Anak Nurut Tanpa Tekanan

 

Orangtua pasti ingin berhasil dalam mendidik anak. Sayangnya, tak semua paham bagaimana caranya. Orangtua juga butuh belajar, terutama dalam mengajarkan anak agar menjadi anak nurut terhadap orangtua, guru, dan agamanya. Semua ini tak mudah dilakukan, karena nyatanya banyak orangtua yang merasa gagal dan stress dalam keseharian.

Sebagai manusia, orangtua juga memiliki ambang batas kesabaran. Orangtua bisa kapanpun marah, gemas, bahkan berteriak saat sang anak membangkang atau menolak nasehatnya. Ini merupakan kasus umum yang bertebaran di seluruh dunia. Padahal kenyataannya, cara ini sangat tidak tepat untuk membuat anak nurut. Justru sebaliknya, anak akan semakin membangkang. Lalu, adakah teknik tersendiri untuk mengubahnya? Tentu, ada. Teknik berikut adalah list terbaik yang sangat efektif untuk anda coba.

4 Cara Bijak Agar Anak Nurut Tanpa Tekanan

Menggunakan sentuhan dan bahasa penuh kasih

Sebesar apapun berontaknya anak, sentuhan adalah jurus terampuh. Anak akan melupakan emosinya saat merasakan sentuhan sayang dari Ayah & Ibu tercinta. Orang dewasa juga pasti akan terhipnotis jika mendapatkan sentuhan hangat saat berbicara, kan? Begitupun anak-anak. Mereka akan merasakan bahwa orangtuanya sangat menghargainya.

Setelah sentuhan didaratkan, saatnya orangtua mengutarakan nasehatnya. Bahasanya wajib bahasa lembut, tenang, dan tak ada satupun teriakan atau bentakan. Anak akan merasa seolah mendapatkan sandaran yang super nyaman. Jika sudah masuk dalam situasi ini, anak akan mendengar semua penuturan. Saat ucapan ‘ya’ diucapkan sebagai tanda mereke bersedia mennalankan nasehat, sentuh lagi bahunya dan ucapkan, “i’m proud of you”. Lihatlah, bagaimana sang anak akan merasa tersanjung.

Menyebut nama anak

Ketika berbicara dengan si anak, usahakan untuk menyebut namanya. Saat nama anak disebut apalagi dengan nada yang lembut, ego anak akan turun dan muncul perasaan tenang karena begitu dihargai. Ketika si kecil sudah menghadap ke mata anda, tatap lekat matanya dan utarakan maksud anda. Dengan begini, rasa simpati anak akan muncul sehingga mereka akan mematuhi nasehat anda dan tak ada drama pembangkangan.

Mendengarkan penuturan/keluh kesah anak

Siapakah peniru terbaik di dunia ini? Jawabannya adalah anak. Setiap sikap orangtua akan diamati dan ditiru. Maka, apa yang dilakukan anak saat itu adalah apa yang sudah orangtuanya lakukan sebelumnya. Kalau anda ingin didengarkan anak ketika berbicara, maka jadilah pendengar setianya. Artinya, pasang dan bukalah telinga ketina anak meluapkan perasaannya. Jangan pernah memotong penuturannya.

Kalau anda berhasil dalam kasus seperti ini, anak akan mengamati dan memahami bahwa itulah cara terbijak saat orang lain sedang bersuara. Anak pun akan berusaha menerapkannya saat mendengar keluh kesah atau nasehat orangtuanya. Maka, cara ini cukup efektif untuk menjadikan anak nurut juga patuh dengan segala nasehat atau perkataan orangtua.

Tidak memerintah saat anak dalam keadaan tantrum

Ada waktu khusus dan tepat untuk memberikan nasihat, perintah, atau sekedar berbicara dengan anak. Dan, ada pula beberapa waktu yang seharusnya tak dipakai untuk memerintah anak, tepatnya ketika anak sedang mengalami tantrum. Di saat tersebut, anak tak akan mendengar nasehat atau ucapan siapapun, apalagi kalimat tersebut adalah sebuah perintah. Sebaliknya, dia akan semakin berenergi melancarkan aksi tantrumnya.

Memberikan kesempatan pada anak agar meluapkan semua emosi dan perasaannya itu perlu. Setelah merasa puas dan lega, anak akan bisa diajak bicara lagi dari hati. Itulah saat yang pas untuk menasehatinya, yaitu saat anak dalam keadaan tenang hati dan pikirannya. Disisi lain, inilah waktunya kita untuk menggali apa penyebab anak begitu tantrum. Jika sudah ditemukan pemicunya, kita dapat mengakali bagaimana cara meredakannya (harus perlahan). So, yang harus selalu diingat adalah jangan pernah menasehatinya saat keadaan emosinya buruk atau tantrum, karena justru emosi kita yang akan ikut tersulut. Semua akan sia-sia.

Itulah  beberapa cara terbaik untuk mendidik anak nurut. Meski caranya jitu, tak akan maksimal hasilnya jika tidak konsisten. Maka, kita harus konsisten dengan segala usaha demi hasil yang baik.

 

 

 

One thought on “4 Cara Bijak Agar Anak Nurut Tanpa Tekanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *