10+ Strategi Perencanaan Keuangan Agar Tidak Terjebak Pinjol

Pernahkah kalian mendengar kasus orang sekitar kamu yang terjebak pinjol? Pinjol kita kenal sebagai pinjaman online yang layanannya diberikan oleh platform fintech. Biasanya kebanyakan masyarakat yang menggunakan pinjol tujuannya adalah untuk mencapai tujuan finansialnya secara cepat. Tapi mereka tidak paham contoh perencanaan keuangan maupun literasi keuangan yang benar. Sehingga pinjol jadi solusi mereka.

Memang sih, ketika kalian mau pinjam uang ke pinjol syarat yang perlu kalian penuhi itu mudah. Pertama KTP, KK, NPWP jika ada, slip gaji, dan pinjaman online langsung cair kurang dari 24 jam. Tapi dari kemudahan tersebut, banyak oknum yang tidak bertanggungjawab. Dimana membuat suku bunga jadi lebih tinggi,tenor ringkas, administrasi tidak transparan, denda yang tidak masuk akal dan lain sebagainya. Alhasil banyak masyarakat yang terjebak, dan ketika sudah terjebak orang-orang yang ada di database kontak HP mereka menjadi sasaran penagihan utang. Bahkan sampai timbul ancaman, terror yang mengganggu baik kepada si peminjam dan orang yang ia kenal.

Dari kondisi tersebut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK tidak bisa tinggal diam, konsep peer to peer lending yang diterapkan platform fintech ini salah sehingga tentu saja mereka harus mendapatkan sanksi. Dari mulai pencabutan izin fintech terdaftar, pelaporan ke pihak berwajib, hingga tuntutan yang berakhir dengan pemenjaraan oknum tersebut. Bahkan hingga pertengah tahun lalu (2021) sudah ada 6 fintech yang bermasalah belum lagi yang ternyata tidak punya izin dari OJK.

Oleh karena itu kita sebagai sesama masyarakat harus saling mengingatkan, jangan sampai terjebak pinjol. Dan apabila kalian menemukan platform fintech yang tidak bertanggung jawab segera buat laporan ke OJK agar ada penindakkan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Tips Agar Masyarakat Kita Tidak Terjebak Pinjol

Terjebak pinjol merupakan sebuah malapetaka yang resikonya bisa mengamcam kesehatan mental seseorang loh. Banyak masyarakat kita yang terjebak di pinjol dan berakhir bunuh diri. Hal ini tentunya akibat kurangnya pemahaman dan contoh perencanaan keuangan yang benar. Serta kurangnya kesejahteraan di sekitar kita.

Adapun beberapa strategi yang bisa kamu gunakan untuk terhindar dari layanan peer to peer lending ini, diantaranya:

  • Punya Tujuan Perencanaan Keuangan

Meskipun pinjaman online langsung cair kamu tidak bisa percaya begitu saja, banyak oknum tidak bertanggungjawab yang memanfaatkannya. Sehingga pertama kamu sebagai masyarakat yang konsumtif harus punya contoh perencanaan keuangan yang jelas.

Jangan menggunakan utang untuk kebutuhan konsumtif, jika memang kamu terpaksa utang maka utanglah yang produktif. Artinya gunakan untuk modal usaha, dimana hasilnya nanti bisa kamu gunakan untuk melunasi utang yang kamu ajukan. Kalau tidak posisi keuangan kamu akan sulit dan akhirnya kamu akan terlilit utang.

  • Rasio Utang Kurang dari 30%

Jika kalian mau utang kalian harus punya perhitungan. Yaitu gaji bulanan kalian berapa lalu kalikan dengan 30%. Dan sebanyak itulah kalian boleh utang, karena itulah kemampuan kalian dalam membayar utang. Kalau lebih dari itu maka akan terjadi gali lubang, tutup lubang dan utang kalian tidak akan pernah selesai.

Buat perencanaan keuangan yang jelas, berapa uang kalian yang buat bayar hutang, berapa buat kebutuhan, buat simpanan dan lain sebagainya.

  • Pilih Pinjol yang Terdaftar dan Diawasi OJK

Pinjol dibawah pengawasan OJK adalah pinjol yang bisa kalian laporkan jika mereka melakukan tindakan yang merugikan. Sehingga sebisa mungkin kamu tau mana pinjol yang diawasi oleh OJK mana yang tidak. Jangan mudah tergiur dengan cepatnya kamu menerima uang, teliti dulu pinjolnya.

Kamu bisa cek dengan menelepon OJK di 157, WA 081 157 157 157, dan email ke konsumen@ojk.go.id untuk tau mana platform fintech yang legal.

  • Mengenali Pinjol Penipu

Jika kamu pernah berurusan dengan pinjol pasti tau kalau mereka selalu menggunakan banyak nomor yang tidak kita kenal untuk menagih utang. Kemudian pinjol tersebut minim persyaratan sehingga bisa buat kamu makin tergiur buat pinjam. Dan selain itu perusahaan fintech tersebut tidak punya kelengkapan informasi yang jelas.

  • Waspada Dengan SMS yang Menawarkan Pinjol

Jika kamu mendapatkan SMS dari pinjol secara tiba-tiba maka bisa jadi asal usul mereka tidak jelas. Harusnya kamu pilih fintech P2P Lending yang legal yang ada dibawah OJK. Sehingga tidak perlu kamu bales atau berharap kepada mereka.

  • Jangan Menyepelekan Jumlah Pinjaman

Pinjol illegal selalu menggunakan segala cara untuk membuah nasabah terjebak pinjol. Sehingga jangan pernah sepelekan uang yang kamu pinjam di pinjol. Karena yang awalnya kamu utang ratusan ribu, bisa berakhir di jutaan atau puluhan juta yang harus kamu lunasi.

  • Aturan Bunga Besar Tenor Pendek yang Harus Kamu Pahami

Ciri-ciri pinjol illegal sudah pasti mereka menerapkan kebijakan tidak tertulis seperti bunga besar dan tenor singkat agar kalian tidak bisa bayar dan akhirnya utang pun menumpuk. Karena tidak masuk akal kalau pinjaman bunganya sampai 50% ke atas. Karena sesuai aturan maksimum bunga kartu kredit adalah 45% per tahun atau 4% per bulannya.

  • Waspada Biaya Administrasi Tidak Transparan

Ingat yaa di pinjol ada yang namanya bunga berbunga, biaya keterlambatan, biaya pinalti, dan lain sebagainya yang tidak tertulis. Dimana itu semua mereka anggap sebagai tanggungan yang harus kalian bayar sebagai utang.

  • Waspada Terror

Di pinjaman online juga terkenal dengan terror yang bisa membuat kamu tidak tidur nyenyak sebelum menyerahkan uang yang mereka minta. Terutama saat kamu gagal bayar hingga terlambat bayar pinjol.

  • Hapus SMS dari Tawaran Pinjol

Jika ada SMS tawaran pinjol sebaiknya langsung kamu masukkan kategori spam, agar mereka tidak bisa mengirimi kamu lagi.

  • Tidak Menyebarkan Data Pribadi

Data pribadi merupakan hal yang krusial sehingga jangan disebarkan sembarangan. Jangan pernah mengunggah KTP maupun data pribadi ke media sosialmu. Ketika bertransaksi jangan menggunakan wifi umum dan pastikan pula jasa keuangan tersebut ada dibawah pengawasan OJK.

Itulah tadi beberapa strategi yang bisa kamu terapkan agar tidak terjebak pinjol. Ayo jadi masyarakat yang cerdas yang paham literasi keuangan jaman sekarang. Jangan jadi pribadi yang konsumtif, ayo produktif dengan menghasilkan uang yang halal dan berkah. Karena sejatinya rezeki yang halal bisa mensucikan diri kita dari berbagai hal yang haram.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!